Rumah Lain

June 16th, 2007 by nuritaputranti

Cuma mau kasi info kalo sudah 3 bulan ini saya pindah ke rumah lain.
Jadi, utk besok lusa dan seterusnya, silahkan mampir ke rumah baru itu :) Demikian sekilas info.

Kelemahan Cowok

May 22nd, 2007 by nuritaputranti

Pagi ini, dirumah jam enam teng udah mati lampu. begitu sampe di kantor, ternyata juga mati lampu..Aaaagh!

Sy bongkar2 isi tas, masih ada tersimpan ANNIDA yg sy beli bulan lalu tapi blm selesai dibaca hehe.lumayan buat baca2 daripada bengong saat mati lampu :D

ada artikel bagus yg menarik perhatian sy karena mengingatkan sy kepada "mantan". nah loh !? apaan tuch???

artikel ini membahas ttg "Kenapa sih, cowok suka cewek montok?" menurut penulis artikel tsb..

untuk menjawab pertanyaan "Kenapa sih, cowok suka cewek montok?" saya harus bicara dulu soal kelemahan kaum cowok. ya, cowok punya kelemahan utama. titik lemah terletak di matanya; pandangannya. baik tidaknya seorang cowok bisa dilihat dari matanya, pandangannya. apakah ia menjaga pandangannya? coba deh perhatikan. cowok baik senantiasa menjaga pandangannya. baik di kala sendiri maupun di keramaian. ia tak akan lama menatap. bila menemukan pemandangan ‘indah’ ia akan menunduk seraya beristigfar. cowok munafik, di depan orang ia pura-pura menundukkan pandangan, saat sendirian ia memuaskan diri nonton bokep (film porno) atau menikmati bentuk pornografi lainnya. sedang cowok brengsek, dimana-mana dia akan melepas pandangannya, jelalatan! untuk cowok seperti inilah muncul istilah ‘mata keranjang’. berkaitan dengan kelemahan cowok inilah, maka dalam Al Quran kita banyak menemukan firman Allah agar manusia (subjeknya kebanyakan laki-laki) menjaga pandangannya. salah satu ada pada QS An Nur:30 "Katakanlah pada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". …

Wallahu’alam

belahan jiwa

May 17th, 2007 by nuritaputranti

Ada kalanya seseorang memiliki pasangan hidup berparas menarik, tapi omongannya pedas dan menyakitkan. Yang lain barangkali rupawan, ucapan enak didengar tetapi sangat boros. Ada pula seseorang yang pandai menyenangkan pasangan, pandai mengatur keuangan, namun kurang rajin beribadah.

”Manusia itu seperti unta. Di antara 100 ekor unta, sangat sulit kamu menemukan seekor yang sangat baik tunggangannya.” (HR Bukhari Muslim). Bagi istri hampir tidak mungkin mendapatkan suami yang gagah perkasa, mulia, dermawan, berilmu luas, banyak sedekah, pandai mengendalikan amarah, mudah memaafkan orang lain, dan romantis. Bagi suami hampir tidak mungkin memiliki seorang istri yang cantik, pandai menyenangkan suami, cekatan, pintar mengelola keuangan, rajin beribadah, serta sejuta sifat baik lainnya.

Nasihat Rasulullah SAW, berkenaan kekurangan yang ada pada pasangan kita, ”Hendaknya seorang mukmin tidak meninggalkan seorang mukminah. Kalau dia membenci suatu perangai pada diri istrinya, dia pasti menyenangi perangai yang lain.” Pesan Rasulullah senapas dengan firman-Nya, ”Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa [4]: 19).

Tentu saja bukan berarti kita membiarkan begitu saja beberapa aib ataupun kekurangan pasangan kita. Harus ada usaha berupa perkataan (nasihat lisan) maupun perbuatan (nasihat dengan teladan) untuk memperbaiki kekurangan pasangan. Namun tentu saja, usaha perbaikan tersebut harus dengan keikhlasan serta cara yang sebaik mungkin kita mampu.

Hendaknya kita melihat tindakan memberi nasihat merupakan penunaian kewajiban menyampaikan ilmu ataupun nilai kebaikan yang orang lain pada saat itu belum memilikinya. Tentu saja dengan tetap menyadari orang yang kita nasihati memiliki beberapa kelebihan yang tidak kita miliki. Selain ikhlas dalam menasihati, penting pula ikhlas dalam menerima nasihat. Ketika kita dinasihati, hendaknya kita kendalikan serta lunakkan hati kita untuk ikhlas menerimanya.

Adakalanya suatu nasihat kebenaran akan mendapatkan penolakan ketika cara penyampaiannya salah. Hendaknya kita pandai memilih metode dan waktu yang lebih tepat untuk menasihati pasangan kita. Bil hikmah wa mau’idzhatul hasanah, dengan hikmah serta pelajaran utama. Semoga apa yang dicontohkan banyak rumah tangga publik figur belakangan ini, tidak terjadi pada kita. Amin.

“SAYA BERSAMAMU SAYANG”

May 17th, 2007 by nuritaputranti

Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan.
Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari.
Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal
tersebut.

Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua.
Obat tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapi suaminya.

Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.

PERTANYAAN :
1. Apa 3 kata itu?
2. Apa makna cerita ini?

JAWABAN:

Sang Suami hanya mengatakan “SAYA BERSAMAMU SAYANG”

Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali.
Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi.

Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yg si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah yg diberikan suaminya sekarang.

Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini.

“Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil”

MORAL CERITA

Cerita ini layak untuk dibaca. Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan org yg kita kenal. hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.

Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutan. Kita akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kita bayangkan.

by : non

MEI 2007

May 9th, 2007 by nuritaputranti

Good Afternoon…
Akhir bulan ini, saya bisa leha-leha sedikit karena kmrn2 aktivitas begitu padat menyita waktu tenaga n pikiran. kerjaan dan kul mulai bisa diselesaikan, perlahan tapi pasti.
Dah semingguan gak ngenet. ini bisa ngenet karena pulang awal berhubung PLN lagi “merem”,hehe ada untungnya.
Kalo udah gak sibuk gini jadi kangen ama tmn2 pengen ngumpul, ketawa-ketiwi, cerita2 dsb..
Selain itu, santai +/- 2 bulan trus selesaikan kul baru deh menjelajah dunia mencari calon misua :) Berhubung skrg jomblo (lagi) jadi bebas hambatan utk memulai n mencari yg baru, tentunya yg direstui ortu haha…
Sebelum nulis blog ini, saya baca pesan dari mamas yg judulnya “Good Story about Mom”..isinya bagus bgt. bersyukur saya masih memiliki ibu yang kebetulan bulan ini beliau berulang tahun. saya memberikan buku kesehatan dan religi sebagai kado ultahnya. semoga buku2 itu bermanfaat buat mama, hiks..hiks (lah kok jadi cengeng gt). Buat mamas yang ibu nya telah “pergi”, don’t be sad my brother..

o ya, ada pesan sponsor yg bisa kamu2 terapkan :
“10 SIKAP HIDUP AGAR KAMU TETAP BAHAGIA”
1. Janganlah Khawatir. Kekhawatiran adalah penyebab aktivitas dan pikiran kita tidak produktif
2. Jangan membiarkan ketakutan2 tidak beralasan menguasai hidupmu. Kebanyakan sesuatu yang kita takutkan tidak pernah terjadi
3. Jangan menyimpan dendam. Hal inilah yang paling besar dan paling menyita energi seluruh hidup kita
4. Selesaikan setiap masalah satu per satu. Hanya inilah cara menangani setiap persoalan..satu demi satu
5. Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat, biasakanlah tidur dgn nyaman
6. Jangan mencampuri urusan/masalah orang lain. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya
7. Jangan hidup pada masa lalu. Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan..Namun jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini..dan anda akan bahagia sekarang. bukan hanya pada masa lalu..
8. Jadilah pendengar yang baik. Hanya saat menjadi pendengar..seseorang mendapatkan dan belajar ide2 baru berbeda dari orang lain
9. Jangan biarkan rasa frustasi merusak dan mengatur hidupmu. Kasihanilah dirimu lebih dari segalanya..aktiflah dengan kegiatan2 positif
10. Hitunglah rahmatmu..Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun. Semakin banyak rahmat kecil yang kita kumpulkan akan semakin berarti bagi hidup kita

Wallahu a’lam bish shawab

Mencintai Orang Miskin

April 30th, 2007 by nuritaputranti

Allah berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak
yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. 107 : 1-3). Menafsirkan ayat ini
Sayyid Quthb menegaskan, “Bila keimanan seseorang benar-benar meresap kuat dalam dada, ia tidak akan
menghardik anak yatim, dan tidak akan membiarkan orang-orang miskin kelaparan. Masalah keimanan
bukan semata semboyan dan ucapan, melainkan perubahan dalam hati yang melahirkan kebaikan dalam
hidup bersama dengan manusia yang lain, terutama mereka yang sangat membutuhkan bantuan. Allah tidak
ingin dari hambaNya semata kalimat yang diucapkan, melainkan harus diterjemahkan dalam perbuatan
nyata. Bila tidak, keimanan itu menjadi sekedar busa, tidak bermakna dan tidak berpengaruh apa-apa.”
(Fi Dzilalil Qur’an, vol. 6, hal. 3985).

Rasulullah SAW sangat mencintai orang-orang miskin, dan selalu berwasiat kepada sahabat-sahabatnya
untuk senantiasa mencintai mereka yang sengsara secara ekonomi. Abu Dzar RA berkata bahwa Rasulullah
SAW berwasiat kepadanya tujuh perkara dan tidak boleh ia meninggalkannya, diantaranya mencintai
orang miskin dan selalu mendekati mereka (Majamauzzawaid, vol. 10, hal. 263).

Ibn Majah dalam kumpulan haditsnya menyebutkan bab khusus mengenai keutamaan orang-orang miskin, Bab
Fadlul Faqr (keutamaan kefakiran), Bab Manzilatul Fuqara’ (derajat orang-orang miskin), dan Bab
Mujalasatul Fuqara (bergaul dengan orang-orang miskin). Di antara hadits yang disebutkan, Rasulullah
SAW bersabda, “Orang-orang miskin dari golongan mukmin akan masuk surga lebih dahulu, sebelum
orang-orang kaya dari mereka, dengan tenggang waktu setengah hari, sama dengan lima ratus tahun.”
(Sunnan Ibn Majah : 4122).

Ibn Umar meriwayatkan, Suatu hari kaum muhajirin dari sahabat-sahabat Rasulullah yang miskin
menceritakan enaknya sahabat-sahabat mereka yang kaya, dimana mereka punya kesempatan berbuat pahala
lebih banyak dengan hartanya. Rasulullah SAW langsung bersabda : “Wahai orang-orang yang miskin, aku
akan memberikan kabar gembira kepada kalian, bahwa orang mukmin yang miskin akan masuk surga lebih
dahulu dari pada orang mukmin yang kaya, dengan tenggang waktu setengah hari, itu sama dengan lima
ratus tahun. Bukankah Allah berfirman : Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu
tahun menurut perhitunganmu.” (QS. 22 : 47). (Ibid : 4124).

Kehidupan Rasulullah sendiri mencerminkan kesederhanaan. Di antara do’a-do’anya : “Ya Allah,
hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, matikanlah dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah dengan
orang-orang miskin.” (Ibid : 4126).

Istrinya, Siti Aisyah RA, menceritakan bahwa pernah selama satu bulan di rumahnya tidak pernah
mengepul asap. Ketika ditanya ia menjawab, “Kami hanya minum air dan makan kurma.” (Ibid : 4145).
Kepada sahabat-sahabatnya, Rasulullah SAW selalu menceritakan bahwa diri dan keluarganya tidak
pernah mempunyai harta sampai satu sha’ (3751 gram) biji-bijian atau kurma. Dalam riwayat lain
disebutkan hanya mempunyai satu mud (938 gram) makanan. (Ibid : 4147-4148).

Bila ternyata mencintai orang-orang miskin bukan semata kewajiban kemanusiaan, melainkan lebih dari
itu adalah bukti keimanan, mengapa kita masih sering menyaksikan seorang bayi ditahan di rumah sakit
karena orangtuanya tidak mampu membayar biaya, seorang ibu sambil merangkul anak bayinya ditolak
dari pintu ke pintu rumah sakit karena tidak punya biaya, dan seorang bayi terpaksa akhirnya harus
menghembuskan nyawa karena tidak ada rumah sakit yang menerimanya. Di kemanakan keimanan kita selama
ini? Pantaskah kita dengan kenyataan ini menyebut diri orang-orang mukmin? Wallaahu a’lam.

Cara Hemat Mengirim dan Menerima Email

April 30th, 2007 by nuritaputranti

Sebelumnya saya mau cerita dulu. pada prinsipnya kalau kita buka sebuah email via web, setelah seluruh tulisan ditampilkan, maka tidak ada lagi aliran data dari server menuju komputer client (komputer kita), kecuali kita menekan salah satu link lainnya. Nah, ketika kita membaca email tsb, sebenarnya data sudah ada didalam komputer. sedangkan system diwarnet adalah pembayaran menurut waktu, bukan berdasarkan jumlah data yang kita terima/download. Dengan demikian kita cukup menyimpan data yang kita download, kemudian membacanya di rumah atau tempat lain yang tidak mengeluarkan uang jika kita berlama-lama membaca email tersebut.inilah dasar awal dari pemikiran “Cara hemat mengirim dan menerima email murah”. atau jika yang menggunakan dial up, setelah data email diterima, tutup saja saluran telp, sehingga tidak perlu membayar tagihan pulsa, ketika kita sedang membaca email (membaca tidak memerlukan aliran data, karena hubungannya adalah dari manusia ke komputer). atau istilahnya secara offline.

pemikiran lebih lanjut, “bagaimana jika email yang kita terima
berjumlah banyak (ikut milist mungkin)?”
repot sekali jika membukanya (download dan loading) satu persatu kemudian menyimpannya dlm bentuk halaman-halaman. iya!, repot sekali. nah, dgn adanya fasilitas “Pop mail“, maka data email kita dapat kita download (belum di buka) dgn menggunakan “email client” dari server menuju ke komputer kita. email client adalah program pembantu untuk melaksanakan segala kegiatan e-mail (meneria, menulis, mengirimkan dll menggunakan program ini). contoh program email client adalah Outlook express, The bat dan msh byk email client yang ada.

email client menyimpan data hasil download email tersebut kedalam
sebuah file tertentu, tergantung dari masing-masing email client. disini saya menggunakan email client Outlook express (disingkat OE) untuk mengakses email, karena diwarnet selau tersedia, karena satu paket dengan internet explorer (yang banyak digunakan pd warnet indonesia).

alamat data isi email pada OE secara default adalah :

C:\WINDOWS\Application Data\Identities\{ bla bla angka
angka }\Microsoft\Outlook Express

folder inbox, maka data disimpan pada inbox.dbx, folder data outbox,
maka disimpan di outbox.dbx.
intinya, setiap data yang ada di OE, extensi filenya adalah dbx.

jika susah mencarinya, dgn menggunakan fasilitas search atau find pd window kita dpt dgn mudah menemukannya.

setelah kita men-download email kita dan datanya sudah msk ke dlm inbox, kita tutup OE, dan mengambil inbox.dbx nya untuk kita pindahkan ke komputer lain, dgn juga meletakkan data inbox.dbx ke alamat yang diakui oleh OE di tempat yang baru.
Sekarang, jika kita membuka OE pd tempat yang baru (misal di rumah kita), kita akan melihat isi email yang tadi kita download.

by : pedhet
NB : thx alot fren :)

Indahnya Cinta

April 30th, 2007 by nuritaputranti

Tak ada tema yang abadi untuk dibahas selain masalah cinta. Tengok saja mulai dari lagu, prosa,
puisi, novel, bahkan film, semuanya didominasi dengan tema cinta. Wajar, karena cinta adalah
perasaan universal. Dimana-mana, di seluruh dunia, orang membutuhkan dan menginginkan cinta.

Bagi sebagian orang, masalah cinta itu ibarat nasi yang bisa membuat orang mati lemas kalau tidak
menyantapnya. Sayangnya, cinta justru sering ternoda oleh mereka yang sedang jatuh cinta. Tidak
jarang, jatuh cinta malah menjadi ajang pelampisan hawa nafsu. Cinta tidak lagi menjadi sesuatu yang
suci dan indah. Cinta sudah menjadi kubangan, lumpur kemaksiatan. Astaghfirullaah.

***

The Power of Love

Cinta tak terbatas feeling, tapi memiliki kekuatan untuk mengubah dan menggugah. Orang yang
merasakan cinta bisa mengubah dirinya demi orang yang dicintainya. Cinta dapat mengubah yang buruk
bisa menjadi baik, yang urakan menjadi sopan, yang pendiam bisa jadi periang. Cinta juga bisa
membuat orang menjadi kreatif, banyak pujangga dan musisi menghasilkan masterpiece, karya-karya
hebat karena dorongan cinta yang dirasakannya.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan
komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang. “Cinta itu bisa menyucikan akal,
mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian yang rapi, makan yang baik-baik, memelihara
akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik,
serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan
cobaan bagi ahli ibadah,” ujarnya.

Subhanallaah! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan.
Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat
menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya,
manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan
kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan
keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21).

***

Cinta Itu Buat Siapa?

Bagi sebagian orang, cinta sangat identik dengan perasaan antara lawan jenis. Sebenarnya hal
tersebut merupakan hal yang keliru. Kenapa demikian? Karena dalam Islam, makna cinta adalah rasa
kasih sayang terhadap seluruh ciptaan Allah SWT. Kalau bukan kepada lawan jenis, lalu kepada siapa
cinta itu diberikan?

1. Cintailah Allah SWT.
Allah SWT sungguh pencemburu, dia tidak mau cinta hambaNya di bagi dengan cinta yang
lain. Maka kita sebagai hamba Allah harus benar-benar mencintai Allah. Sebagaimana firmanNya, “Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka
mencintainya seakan mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat mencintai Allah…” (QS.
Al-Baqarah [2] : 165). Dalam ayat ini jangankan Allah tidak dicintai, yang mencintai Allah sama
dengan makhluknya pun Allah tidak suka. Maka prioritas cinta kita yang pertama dan utama hanya
kepada Allah SWT.

2. Mencintai Rasulullah SAW.
Sabda Rasul bagi yang ingin merasakan manisnya iman (cinta) maka hendaklah ia mencintai
Allah dan Rasulullah, “Ada tiga golongan yang akan merasakan manisnya iman : Pertama, adalah mereka
yang mencintai Allah dan Rasulnya lebih dari selain kepada keduanya. Kedua, orang yang saling cinta
karena Allah dan Rasul. Ketiga, seseorang yang membenci kepada kekafiran sebagaimana dia benci
dilemparkan ke dalam api neraka.” (Al-Hadits).

3. Cinta kepada Orangtua.
Setelah Allah dan Rasulnya, prioritas cinta kita adalah kepada kedua orangtua kita,
karena merekalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Kasih sayang orangtua tidak akan penah
lekang oleh zaman, tidak akan hambur oleh waktu, teramat durhaka bagi seorang yang mengabaikan cinta
kepada kedua orangtua padahal kasih sayang mereka sepanjang masa.
Firman Allah, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua
telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra : 23-24).

4. Cintailah Sesama.
Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, ia makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.
Bahkan Rasul menyampaikan, bagi mereka yang berharap keridhaan Allah hendaklah ia mencintai
saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri (Al-Hadits). Suatu saat, Rasulullah didatangi oleh
seorang sahabat yang bertanya, “Ya Rasulullah, saya mencintainya karena Allah.” Kemudian Rasul
bertanya, “Apakah engkau sudah mengabarinya?.” Sahabat tersebut menjawab, “Belum ya Rasulullah.”
Maka Rasul berkata, “Temuilah dan katakan kepadanya bahwa engkau mencintainya.”

5. Cintai Alam Sekitar.
Baik atau rusaknya alam ini disebabkan oleh ulah tangan manusia. Maka jika ia ingin
hidupnya sejahtera, aman, dan nyaman, ia harus mencintai lingkungan sekitarnya. Sehingga tidak
terjadi bencana, polusi, dan kerusakan-kerusakan lainnya. Wallahu a’lam bishshawab

Mencari Rahasia Kebahagiaan

April 26th, 2007 by nuritaputranti

Seorang pemilik toko menyuruh anaknya pergi mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana
di dunia. Anak itu melintasi padang pasir selama empat puluh hari, dan akhirnya tiba di sebuah
kastil yang indah, jauh tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal.

“Namun ketika dia memasuki aula kastil itu, si anak muda bukannya menemukan orang bijak tersebut,
melainkan melihat kesibukan besar di dalamnya: para pedangang berlalu-lalang, orang-orang
bercakap-cakap di sudut-sudut, ada orkestra kecil sedang memainkan musik lembut dan ada meja yang
penuh dengan piring-piring berisi makanan-makanan paling enak di belahan dunia tersebut. Si orang
bijak berbicara dengan setiap orang dan anak muda itu harus menunggu selama dua jam. Setelah itu,
barulah tiba gilirannya.

“Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud kedatangnnya,
namun dia mengatakan sedang tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. dia menyarankan
anak muda itu melihat-lihat sekeliling istana, dan kembali kesini dua jam lagi.

“Sementara itu, aku punya tugas untukmu,’kata si orang bijak.
Diberikannya pada si anak muda sendok teh berisi dua tetes minyak.
‘Sambil kau berjalan-jalan bawa sendok ini, tapi jangan sampai minyaknya tumpah.’

“Anak muda itu pun mulai berkeliling-keliling naik turun sekian banyak tangga istana, sambil matanya
tertuju pada sendok yang dibawanya.
Setelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu berada.

“Nah,’kata si orang bijak,’apakah kau melihat tapestri-tapestri Persia yang tergantung di ruang
makanku? Bagaimana dengan taman hasil karya ahli taman yang menghabiskan sepuluh tahun untuk
menciptakannya? Apa kau juga melihat perkamen-perkamen indah di perpustakaanku?’

“Anak muda itu merasa malu. Dia mengakui bahwa dia tidak sempat melihat apa-apa. Dia terlalu
terfokus pada usaha menjaga minyak di sendok itu supaya tidak tumpah.

“Kalau begitu, pergilah lagi berjalan-jalan, dan nikmatilah keindahan- keindahan istanaku,’kata si
orang bijak. ‘Tak mungkin kau bisa mempercayai seseorang, kalau kau tidak mengenal rumahnya.’

“Merasa lega, anak muda itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi istana tersebut, kali ini
dia mengamati semua karya seni di langit-langit dan tembok-tembok. Dia menikmati taman-taman,
gunung- gunung di sekelilingnya, keindahan bunga-bunga, serta cita rasa yang terpancar dari segala
sesuatu di sana. Ketika kembali menghadap orang bijak itu, diceritaknnya dengan mendetail segala
pemandangan yang telah dilihatnya.

‘Tapi di mana tetes-tetes minyak yang kupercayakan padamu itu?’ tanya si orang bijak.

“Si anak muda memandang sendok di tangannya, dan menyadari dua tetes minyak itu sudah tidak ada.

“Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan untukmu,’kata orang paling bijak itu. ‘Rahasia
kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa pernah melupakan
tetes-tetes minyak di sendokmu.

ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN

April 26th, 2007 by nuritaputranti

‘ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN’,

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku
dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja
penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan
ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini,
semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu
sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan
yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang
lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini
kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke
manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu.
Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu
banyaknya permohonan yang dimintakan dan

sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor
panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat
kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk
disana, hampir tidak melakukan apapun.

“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan.

Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ”

Setelah manusia menerima rahmat yang mereka minta,

sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanyaku.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata,

‘ALHAMDULILLAHI RABBIL AALAMIIN, Terima kasih, Ya ALLAH’ “.

“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku.

Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan
di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan
tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh,

maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu,

engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan
daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang

di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam
penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat …..
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada
ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian .
maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan …
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan,

engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada
dalam keraguan dan keputusasaan.

“Terima kasih, Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa
kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan
memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.

by:non