Archive for October, 2006
Siapa si bedebah itu hahh…??
Friday, October 20th, 2006Sang ayah dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka
hamil.
“Siapa si bedebah itu,” jerit sang ayah, sedang si ibu menangis.
“Suruh dia datang kesini!”
Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya.
Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah.
Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk
kerumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah
dihamilinya. Dia berkata, “Saya lelaki yang telah menghamili anak anda. Tapi
terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri
saya tak mengizinkan.
Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab. Sekiranya anak anda
melahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah
supermarket, sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah.
Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah
kilang, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar
rupiah. Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?”
Sang ayah berfikir. Si ibu berhenti menangis.
Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata,
“Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!”
by : non
buat yang masih jomblo
Friday, October 6th, 2006Buat yg msh jomblo neh…………….
Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis.
Sebuah bis datang, dan
kamu bilang, "Wah.. terlalu penuh, sumpek,
bakalan nggak bisa duduk nyaman neh! Aku tunggu bis berikutnya aja deh."
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu
melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak
mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu
kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa
kepanasan aku". Maka kamu membiarkan
bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa
kamu bisa terlambat pergi ke kantor.
Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar,
kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama,
kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan
yang kamu tuju! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.
Moral dari cerita ini: sering kali seseorang
menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan
hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun
sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada
salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila
ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat..
tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya
bergantung pada keputusanmu. Daripada kita
harus jalan kaki sendiri menuju
kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa
kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu
menemukan bis yang
kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan
tentunya sejurusan
dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha
sebisamu untuk menghentikan bis
tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi
kesempatan kepadamu untuk
masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang
seperti itu adalah suatu berkah yang
sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu
sendiri, dan bagi dia. Lalu
bis seperti apa yang kamu tunggu?