Indahnya Cinta

Tak ada tema yang abadi untuk dibahas selain masalah cinta. Tengok saja mulai dari lagu, prosa,
puisi, novel, bahkan film, semuanya didominasi dengan tema cinta. Wajar, karena cinta adalah
perasaan universal. Dimana-mana, di seluruh dunia, orang membutuhkan dan menginginkan cinta.

Bagi sebagian orang, masalah cinta itu ibarat nasi yang bisa membuat orang mati lemas kalau tidak
menyantapnya. Sayangnya, cinta justru sering ternoda oleh mereka yang sedang jatuh cinta. Tidak
jarang, jatuh cinta malah menjadi ajang pelampisan hawa nafsu. Cinta tidak lagi menjadi sesuatu yang
suci dan indah. Cinta sudah menjadi kubangan, lumpur kemaksiatan. Astaghfirullaah.

***

The Power of Love

Cinta tak terbatas feeling, tapi memiliki kekuatan untuk mengubah dan menggugah. Orang yang
merasakan cinta bisa mengubah dirinya demi orang yang dicintainya. Cinta dapat mengubah yang buruk
bisa menjadi baik, yang urakan menjadi sopan, yang pendiam bisa jadi periang. Cinta juga bisa
membuat orang menjadi kreatif, banyak pujangga dan musisi menghasilkan masterpiece, karya-karya
hebat karena dorongan cinta yang dirasakannya.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan
komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang. “Cinta itu bisa menyucikan akal,
mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian yang rapi, makan yang baik-baik, memelihara
akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik,
serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan
cobaan bagi ahli ibadah,” ujarnya.

Subhanallaah! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan.
Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat
menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya,
manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan
kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan
keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21).

***

Cinta Itu Buat Siapa?

Bagi sebagian orang, cinta sangat identik dengan perasaan antara lawan jenis. Sebenarnya hal
tersebut merupakan hal yang keliru. Kenapa demikian? Karena dalam Islam, makna cinta adalah rasa
kasih sayang terhadap seluruh ciptaan Allah SWT. Kalau bukan kepada lawan jenis, lalu kepada siapa
cinta itu diberikan?

1. Cintailah Allah SWT.
Allah SWT sungguh pencemburu, dia tidak mau cinta hambaNya di bagi dengan cinta yang
lain. Maka kita sebagai hamba Allah harus benar-benar mencintai Allah. Sebagaimana firmanNya, “Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka
mencintainya seakan mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat mencintai Allah…” (QS.
Al-Baqarah [2] : 165). Dalam ayat ini jangankan Allah tidak dicintai, yang mencintai Allah sama
dengan makhluknya pun Allah tidak suka. Maka prioritas cinta kita yang pertama dan utama hanya
kepada Allah SWT.

2. Mencintai Rasulullah SAW.
Sabda Rasul bagi yang ingin merasakan manisnya iman (cinta) maka hendaklah ia mencintai
Allah dan Rasulullah, “Ada tiga golongan yang akan merasakan manisnya iman : Pertama, adalah mereka
yang mencintai Allah dan Rasulnya lebih dari selain kepada keduanya. Kedua, orang yang saling cinta
karena Allah dan Rasul. Ketiga, seseorang yang membenci kepada kekafiran sebagaimana dia benci
dilemparkan ke dalam api neraka.” (Al-Hadits).

3. Cinta kepada Orangtua.
Setelah Allah dan Rasulnya, prioritas cinta kita adalah kepada kedua orangtua kita,
karena merekalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Kasih sayang orangtua tidak akan penah
lekang oleh zaman, tidak akan hambur oleh waktu, teramat durhaka bagi seorang yang mengabaikan cinta
kepada kedua orangtua padahal kasih sayang mereka sepanjang masa.
Firman Allah, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara
keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah
kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua
telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra : 23-24).

4. Cintailah Sesama.
Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, ia makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.
Bahkan Rasul menyampaikan, bagi mereka yang berharap keridhaan Allah hendaklah ia mencintai
saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri (Al-Hadits). Suatu saat, Rasulullah didatangi oleh
seorang sahabat yang bertanya, “Ya Rasulullah, saya mencintainya karena Allah.” Kemudian Rasul
bertanya, “Apakah engkau sudah mengabarinya?.” Sahabat tersebut menjawab, “Belum ya Rasulullah.”
Maka Rasul berkata, “Temuilah dan katakan kepadanya bahwa engkau mencintainya.”

5. Cintai Alam Sekitar.
Baik atau rusaknya alam ini disebabkan oleh ulah tangan manusia. Maka jika ia ingin
hidupnya sejahtera, aman, dan nyaman, ia harus mencintai lingkungan sekitarnya. Sehingga tidak
terjadi bencana, polusi, dan kerusakan-kerusakan lainnya. Wallahu a’lam bishshawab

Leave a Reply